Mau coba naik cano seperti di Amazon? yuk coba wisata Ujung Kulon

wisata ujung kulon hari ke dua

Hoaaahhh .. Minggu pagi menyapa dari pulau Peucang.

Gak ada yang lebih indah dari pemandangan pantai dan pasir putih di pulau ini.

Ini merupakan hari terakhir kita, tapi kita gak langsung pulang kok. Kita masih puterin beberapa wisata Ujung Kulon yang kemarin belum sempat kita datengin.

Yup, buat yang kebetulan belum baca cerita gue di hari pertama main di Ujung Kulon bisa baca ceritanya disini : Wisata Ujung Kulon Bukan Sekedar Badak Jawa (hari ke 1)

Eh tapi ngomong – ngomong, ada yang udah pernah ke sungai amazon?

Rasain canoing di antara hutan tropis?, ishh.. kalian gak perlu jauh jauh ke Amazon. Kalo mau rasain sensasinya. Kalian bisa tuh ke Cigenter.

Kebetulan tempat pertama yang akan kita datengin yaa cigenter.

Tapi sebelum kesana, kita juga sekalian packing dan bawa tas kita semua ke kapal, karena kita mau langsung pulang setelah selesai datengin wisata Ujung Kulon di hari terakhir ini.

Sebelum kita mulai menuju ke sungai Cigenter kita sarapan dulu, langsung diatas kapal, dan dimasak langsung pula di atas kapal.

Dihari itu gue baru tau kalau ternyata nelayan kalo pada masak ya diatas kapal, gue kira mereka bawa lauk yang udah dimasak dari rumah.. wkwkwkwk

masak diatas kapal

Lanjut ahh…

 

Main Perahu di “Amazon”nya Indonesia

Yang gue sebut sebagai “Amazon”nya Indonesia itu adalah Sungai Cigenter, letaknya ada di kawasan pulau Handeleum, masih di kawasan Ujung Kulon juga.

Nah karena ini sungai itu bener bener muara langsung ke lautan, dan akses daratnya juga gak bisa. Akhirnya perahu kita itu berhenti di ujung muara sungai.

dijemput di wisata ujung kulon untuk naik cano

Untuk selanjutnya kita akan dijemput kapal kecil dan menuju ke Sungai Cigenter.

Setelah kita sampai di tepi muara, kita ganti ke perahu kecil atau kata lainnya sampan, orang bule nyebutnya cano. Yaitu perahu tenaga dayung yang bisa menampung muatan 6 – 8 orang.

Setelah cano terisi full barulah kita siap berangkat.

Pertama yang langsung ada di otak gue “gila, ini ada buayanya gak sih” kalo si buaya iseng lewat, terus kita panik, udah langsung deh terbalik tuh cano.

Asli deh, duduk dibagian depan cano itu bikin adrenalin lebih terasa, keseimbangan harus benar benar dijaga, kita goyang sedikit otomatis cano pun jadi tidak stabil.

Menurut info panjang Sungai Cigenter itu sampai dengan 12 Km, di sepanjang jalan gue berharap bgt kalo si buaya gak nongol, atau jangan sampai ular jatoh deh diatas cano kita.

sungai cigenteur main cano

“Maybe, this is the real Amazon of Indonesia” yang bisa kalian datengin dan gak jauh, di Kalimantan juga ada sih seperti ini, tapi mungkin Sungai Cigenter bisa jadi solusi murahnya.

Sensasi tenang dan mencekam benar terasa ketika kalian menyusuri badan sungai yang diapit hutan.

Sedikit tips dari gue, disini panas banget.. tidak ada angin sama sekali, matahari langsung menembus kulit, jangan lupa pakai topi dan lindungi bagian muka sampai leher kalian. Karena bagian tersebut yang akan “menyebalkan” jika terbakar sinar matahari.

 

Mampir ke Pesangrahan Pulau Handeleum

Setelah kita puas main cano di Sungai Cigenter, kapal mengitari Pulau Handeleum.

Lalu bersandar di pelabuhannya.

Yup kita mampir di pesangrahan Pulau Handeleum, bukan untuk menginap loh ya? Tapi kita hanya mampir aja nih. Dari info yang ada di papan, bahwa tempat ini ternyata diresmikan departemen kehutanan pada tanggal 17 Juli 2009 dan di tanda tangani oleh the one and only Gubernur Banten saat itu Hj.Ratu Atut Chosiyah, SE. *gak asing ya namanya hihihi

Pulau handeleum wisata ujung kulon
Jalan ke Pesangrahan Pulau Handeleum

Sebenernya disini juga gak bisa ngapa – ngapain sih hahaha. Kan pesangrahannya juga di tutup karena kami memang tidak ada izin untuk memakai tempat tersebut.

risort wisata ujung kulon
beginilah penampakan tempat peristirahatannya

Uniknya disana ada merak liarnya loh, yang seakan menanti kita datang. Alhasil kita yang norak ini langsung mengerubuni merak liar tersebut.

burung merak di ujung kulon

Tapi kalian hati – hati ya yang mau main dengan merak tersebut, karena galak banget. Temen gue ada yang sampai di kejar – kejar loh hahaha.

Ya kita disana gak lama juga sih, Cuma duduk duduk aja liat pemandangan foto – foto, berteduh di pondok yang ada disana. Kebetulan hari itu matahari sedang bersemangat untuk menyebarkan panasnya.

Setelah itu kita balik lagi ke kapal deh, karena udah masuk jam makan siang.

Akhirnya kita makan siang dulu deh, sebelum snorkling di spot terakhir, Yaitu di deket Pulau Badul.

Buat kalian yang mau main ke pulau dan tidak jauh dari ibu kota Jakarta bisa joba main ke sini :

 

Pulau Ayer, Mengungsi Sejenak dari Kepenatan Pusat Kota

Udah bosen banget sama susana kota Jakarta yang semakin gila? yuk kabur sejenak kita ke Pulau Ayer, cuma 20 menit dari Marina Ancol (cek selengkapnya)

 

The Last Spot Wisata Ujung Kulon

Sebelum kita kembali lagi ke daratan dan ninggalin kesenangan kita menjelajah wisata Ujung Kulon.

Gak afdol deh rasanya kalau gak snorkeling untuk yang terakhir kalinya.

Dalam hati gue bilang “harus nyebur! Walaupun spotnya bagus ataupun jelek” dan akhirnya kapal berhenti di dekat salah satu daratan kecil yang belakang gue tau namanya adalah Pulau Badul.

Emang gak mirip banget kaya pulau, karena emang kecil banget deh. Tapi gak tau deh, mungkin saat itu air sedang pasang jadi yang keliatan hanya sedikit. Seteah gue balik ke Jakarta dan iseng searching tentang Pulau Badul, ternyata gue lagi sial waktu itu.

Karena ternyata Pulau Badul itu indah banget kalau air sedang tidak pasang, liat nih di artikel ini “Pulau Badul, Serasa pulau sendiri”

Oke balik lagi, akhirnya kita snorkeling di sekitar pulau tersebut.

Mungkin sekarang (tahun 2017) tempat ini bukanlah tempat terindah untuk melakukan snorkeling.

Tidak ada sama sekali terumbu karang, hancur semua..

Tetapi gue yakin 10 tahun atau bahkan 15 tahun kemudian tempat ini akan menjadi salah satu tempat snorkeling terbagus.

Kok bisa?

Iya karena disekitar pulau, atau setidaknya ditempat gue snorkeling itu sudah banyak budidaya terumbu karang untuk memperbaiki ekosistem laut.

Uniknya lagi, disana juga ditaruh patung Badak Jawa, yup! Sebagai penanda bahwa Ujung Kulon merupakan habitat alami terakhir badak jawa.

patung badak jawa di ujung kulon
Badak jawa yang setia menjaga kelestarian bawah laut wisata ujung kulon

Bosen snorkeling, akhirnya gue punya ide sama beberapa temen gue untuk main ke Pulau Badul nya. Jaraknya gak terlalu jauh, apalagi mengingat ombak memang menuju pulau tersebut.

pualu badul di ujung kulon
Pulau Badul, dengan air yang sedang pasang

Akhirnya kita kesana, perlu dicatat “hati hati dalam menapakan kaki di air”. Karena karangnya sangat tajam, dan banyak juga yang “ditanam” untuk program memperbaiki terumbu karang disana.

So jangan sampai kalian merusaknya ya.

Sampai juga kita di Pulau Badul.

pulau badul ujung kulon

Pulau tanpa penghuni, sangat tidak besar dan mungkin kita bisa kelilingi pulai hanya dalam waktu 10 menit.

Tiduran di atas pulau tidak berpenghuni sangat menyenangkan, serasa milik kita sendiri.

pulau badul jawa barat

Gak lama gue tiduran, langit mulai tidak bersahabat.

Awannya udah mulai hitam, dan hujan juga akhirnya, bukan cuma hujan tapi ditemani angin kencang dan petir. Wooww.. lumayan bikin Jiper (*ketakutan) buat balik lagi ke kapal.

Samar samar gue denger peluit dari kapal kita, gue bilang ke temen – temen itu tandanya kita harus balik ke kapal.

Angin kencang saat itu berhembus ke arah pulau, dan otomatis kita harus bersusah payah berenang ngelawan arus ombak buat balik ke kapal.

Yaudah nekat aja deh daripada gue gak balik ke Jakarta hahaha..

Ngelawan arus ombak saat angin kencang itu memang memakan tenaga yang cukup besar.

Akhirnya setelah susah payah sampai juga kita semua dengan selamat ke kapal, jangkar di naikan, mesin dinyalakan, dan akhirnya kita kembali ke pelabuhan Ujung Kulon ditemani hujan gerimis sepanjang jalan.

Terimakasih, untuk Wisata Ujung Kulonnya.

Bermalam di Pulau Peucang mengajarkan gue banyak hal, bahwa sederhana itu bahagia tergantung gimana kita menyikapinya.

Hidup tanpa aliran listrik dan sinyal selular nyatanya tidak mematikan sisi kemanusiaan kita untuk berbagi cerita dengan yang lain.

Buat kalian yang mau main kesana, gue mohon banget.. jaga alamnya, jangan buang sampah sembarangan, apalagi buang sampah di lautnya.

Kalau nelayannya buang sampah dilaut, apalagi sampah itu adalah sampah plastik kalian bisa tegur.

Tentu dengan bahasa yang sopan loh ya..

Terimakasih Wisata Ujung Kulon untuk pantainya, laut hijaunya, laut birunya, hutannya, satwa liarnya.

Terimakasih juga buat kalian yang udah mampir di blog ini, jangan lupa ya buat di share konten ini kalau menurut kalian berguna.

Terimakasih, dan salam lestari dari Dongengtravel.

Jangan lewatkan artikel seru berikut ini :

 

(Berdiskusi) Apasih Manfaat Traveling, dan Kenapa Lo Harus Traveling ?

Buat gue ada banyak manfaat traveling slaah satunya adalah mendapatkan pelajaran. Gimana kalau menurut kalian? apakah manfaat traveling yang kalian rasakan.

 

Berwisata Kuliner di Bandung yang Melegenda dan Bikin Kangen

Main ke Bandung emang enak banget buat ngelepas stres dari pekerjaan atau sekolah, tapi tau gak sih kalian tempat kuliner di Bandung yang melegenda?

 

Comments

  1. Liana

    Anjirlah Dhit, makin keren aja cerita perjalanannya!
    Btw emang beneran ada buaya di sungai Cigenter? wkwk gue bacanya aja jadi deg-deg-an, gimana kalo beneran ngerasain naik cano dan duduk di depan wkwk

    Makasih buat cerita dan info lengkapnya.
    Semoga gue bisa cepet nyusul 🙂

    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
  2. Yudi

    aku belum pernah ke Amazon, tapi ke little amazon di aceh udah pernah bang.. dan banyak buayanya. Jadinya, nge cano sambil gimana gitu hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.