Wisata Ujung Kulon Bukan Sekedar Badak Jawa (Hari ke-1)

Pernah gak sih kalian ngerasain makan bareng rusa, monyet sama babi hutan liar berdekatan?

Kalo kalian belum pernah, berarti kalian harus cobain sensasinya liburan di Pulau Peucang.

Pada belum tau Pulau Peucang itu dimana? Gue jelasin sedikit nih, Pulau Peucang itu adalah salah satu pulau yang ada di Ujung Kulon.

Jujur aja nih ya, sebelum gue menginjakkan kaki ke Ujung Kulon gue sama sekali gak tau disana ada apa aja. Di kepala gue kalo orang bilang Ujung Kulon langsung kepikirannya badak. Wajar sih karena habitat salah satu hewan paling langka yaitu badak jawa liar hanya ada di Ujung Kulon.

Padahal bukan hanya pesona badaknya aja yang bisa lo liat disana. Lautnya, trumbu karangnya, hutannya sangat indah dan mampu menyegarkan pikiran.

Penasaran kan sama wisata Ujung Kulon?

Lihat dulu nih cuplikan kerennya Pulau Peucang yang gue rangkum dalam 1 video, jangan lupa di like videonya ya

Mari kita mulai dengan bagaimana cara ke Pulau Peucang.

Kalo kalian dari Jakarta, bisa ikutin cara gue nih. Tapi kalo bisa cari temen minimal 15 orang deh, supaya nanti ongkos perahunya jauh lebih murah.

Jujur sih di trip kali ini gue gak terlalu tau rincian biayanya berapa karena semua diatur satu orang. For your info, perjalanan kali ini gue ikut sama group baru yang lagi buka trip sharing cost.

Pengetahuan backpacker : Sharing cost itu beda sama open trip ya. Sharing cost itu trip yang dilakukan secara patungan, biaya dibicarakan secara transparant dan tidak ada pengambilan untung sama sekali.

Stasiun Tanah Abang adalah tempat awal perjalanan wisata Ujung Kulon dimulai. Pertama kita harus naik kereta tujuan Rangkas Bitung.

Biaya yang harus kalian keluarkan sebesar Rp13.000 kalau dari stasiun Tn.Abang. Perjalanan kurang lebih 2,5 jam deh.

stasiun tanah abang

Ohh iya gue lupa kasih tau, gue mulai jalan dari Tanah Abang itu malem ya sekitar jam 9 malem.

Sesampainya di stasiun Rangkas, kita harus melanjutkan lagi perjalanan ke dermaga. Kali ini perjalanan dilanjutkan menggunakan elf yang sudah kita sewa sebelumnya. Kami memakai 2 elf, dan mulai dari sini bersiaplah menghadapi jalanan yang sangat “tidak bersahabat”.

Karena perjalanan dilakukan malam hari, gue jadi gak tau pemandangan kaya gimana disepanjang jalan.

Yang pasti gue tau itu jalanan sangat tidak bersahabat, dan beberapa kali kepala gue harus ketemu tiang besi di jendela.

Setelah melalui perjalanan yang lumayan panjang, dan beberapa kali sempat berhenti untuk istirahat akhirnya kami semua sampai dermaga jam setengah 5 pagi. Dan kapal sudah siap menunggu di ujung dermaga untuk membawa kami menuju Pulau Peucang.

dermaga ujung kulon, wisata ujung kulon dimulai
Dermaga di pagi hari

Cara menuju Pulau Peucang yang gue share ini mungkin adalah cara terbaik dan termurah. Tapi lo harus cari barengan teman juga supaya murah sewa elf dan perahunya.

Bayangin deh tuh, satu perjalanan ini gue udah cobain 3 transportasi langsung. Mulai dari kereta, mobil, sampe perahu hahaha dalem hati sih sedikit ngeluh “kenapa sih harus buru-buru gini” tapi semuanya akan terjawab sesampainya di Pulau Peucang.

Tunggu ya..

Karena sebelum itu kita harus menyebrangi lautan dulu untuk ke Pulau. Tau gak sih apa yang paling indah dari perjalanan ini?

Yang indah itu lo bisa lihat sunrise diantara bukit Ujung Kulon dalam perjalanan menuju Pulau Peucang. Sesuatu yang indah dan belum pernah gue rasain selama main ke pulau – pulau (kelamaan digunung mungkin).

mentari di ujung kulon
mentari pagi dengan ungunya malu malu menyambut perjalanan kami

mentariku pagi hari

Setelah 1,5 jam perjalanan menyebrangi lautan akhirnya kami sampai di Pulau Peucang. Sesampainya disana, gue tau kenapa harus jalan buru – buru.

pulau peucang ujung kulon

cara ke pulau peucang

Karena pendatang di pulau tersebut sangat dibatasi. Hanya ada 4 – 5 bilik sederhana yang bisa ditempati,  1 bilik bisa di isi sampai dengan 6 orang. Tapi kalau kalian ada dana lebih, kalian juga bisa menyewa 1 rumah yang lumayan bagus.

Sedikit rancu mengenai rumah tersebut, warga disana bilang rumah tersebut dikelola oleh swasta. Tetapi menurut pengelola rumah tersebut dibuat oleh pemerintah juga. Oke apapun itu semoga keberadaannya tidak merusak wisata Ujung Kulon.

Kalo gue sih yang penting ada tempat buat istirahat aja udah bersyukur.

WOW!! Adalah kalimat pertama yang gue ucapin setelah kapal berlabuh di Pulau Peucang. Bagus banget, pasirnya putih halusssss sangat halus kaya pipi bayi, airnya jernih perpaduan antara biru muda, biru tua, sampai hijau pun ada loh.

pasir putih pulau peucang

foto di pulau peucang

drone pulau peucang

Jangan kaget ya ..

Ada 3 hewan liar yang akan menemani lo selama di pulau, pertama itu monyet, kedua rusa, dan ketiga babi hutan. Monyet adalah yang paling jahil, hati hati sama barang bawaan kalian selama berada dalam Pulau.

Jangan memberi makan monyet tersebut kalau kalian tidak mau diikuti, hati hati dengan barang bawaan seperti kamera dan tas

Selayaknya orang yang udah melakukan perjalanan jauh dan gak bisa tidur, hal pertama yang gue lakuin itu nyimpen tas di bilik yang udah disediakan. Ganti celana udah pasti, biar pas sama suasana pantai hehe.

Dan tiduran.. sebentar..

Nah karena perjalanan ini hanya 2 hari 1 malam.. so sayang banget kan kalau dihabisin dikamar aja.

Petualangan wisata Ujung Kulon dimulai dari sekarang

 

Cidaon : Padang Pengembalaan

Nah tempat pertama yang kita datengin itu Cidaun, ada apa sih disana?

Kalo buat lo yang mikir di Ujung Kulon cuma ada badak, mulai sekarang harus udah dirubah tuh cara mikirnya.

Karena di padang pengembalaan Cidaon lo bisa ketemu sama banteng jawa liar. Dengan lahan seluas 9 Ha ini memang menjadikan Cidaon sebagai habitat dari banteng jawa, babi hutan, merak hijau, dan kera ekor panjang.

padang pengembalaan cidaon
jalan menuju padang pengembalaan

Tetapi yang paling dijaga disini adalah habitat dari Banteng liarnya.

Dipulau ini juga terdapat menara tinggi di samping padang savananya. Menurut gue, mungkin menaranya bisa dipakai untuk memantau kegiatan satwa liar.

menara di padang pengembalaan cidaon

Sebenernya gak banyak kegiatan yang bisa lo lakukan disini sih, tapi gue terkesima aja. Ternyata ada juga sebuah pulau dengan padang luas ditengah tengahnya kaya gini. Bukan Cuma itu, bahkan ada banteng liarnya loh.

padang pengembalaan cidaon

Kebetulan kita sih Cuma foto – foto aja disni, udah gitu kita balik lagi deh ke pulau Peucang, abis bantengnya jauh sih, “malu” katanya.

Karena hari menjelang siang pas kita balik ke Pulau Peucang. Akhirnya agenda selanjutnya adalah menjelajah pulau, foto – foto bagi yang mau, dan makan siang udah pasti.

babi hutan liar wisata ujung kulon
ini Victoria, yang akan menemani kalian selama di P.Peucang tenang aja dia tidak jahat, tapi dia ramai

Jangan berharap untuk mendapatkan makan siang dengan masakan yang istimewa. Tapi bisa gue pastiin, makan rame – rame dan lagi liburan gini pasti enak aja deh. Kalo lo alergi ikan bisa aja sih minta dibikinin telur atau mie.

Tapi yakali deh main ke pantai gak makan ikan? Hahaha

Jangan kaget ya kalau pas makan kalian diliatin sama monyet hutan, mereka itu nunggu makanan sisa dari kalian. Lebih tepatnya mereka nunggu kalian lengah, untuk bisa mengambil makanan dari kalian.

Karena liburannya Cuma dua hari satu malam, maka jadwal mengitari keindahan wisata Ujung Kulon pun di buat lebih padat.

Kita hanya menghabiskan waktu di Pulau sampai dengan jam setengah 1 siang.

Selanjutnya kita akan main air di..

 

Snorkeling di Ujung Kulon

Bayangin deh tengah hari bolong nyemplung ke air itu segernya kaya gimana?

Tapi lo harus inget ini air laut, kalo kena sinar matahari, pas kering luar biasa perihnya hahaha

Tapi namanya liburan, so masa bodo!!

Yuk kita snorkeling dulu di lokasi yang pertama ini, keadaan lautnya cukup tenang sih menurut gue. Ombaknya juga gak besar.

snorkeling di pulau peucang
yuk ah snorkeling

Kalau untuk airnya lumayan jernih dan keragaman biota lautnya juga cukup menyejukan mata nih.

“karena jark antara karang dan permukaan laut cukup dekat, hati – hati merusak karang karena penggunaan kaki katak kalian ya!”

Gimana ya? Gue mau ceritain sebagus apa kalau senorkeling di Ujung Kulon bingung juga. Karena memang terumbu karangnya tidak terlalu special. Tapi cukup memuaskan untuk bisa dinikmati.

menyelam di pulau peucang

Lumayan lama sih kita menghabiskan waktu di lokasi sonerkeling yang pertama ini.

Tapi dihari itu, kita snorkeling bukan hanya di satu tempat.

Tapi sangat di sayangkan, untuk tempat kedua snorkeling biota lautnya kurang banyak. Keadaan dibawah lautnya juga kurang bagus. Kata temen gue yang udah nyebur duluan kedalem sih gak ada ikannya “takut hanyut dia, makanya ngumpet”

Makanya gue gak ikut partisipasi snorkeling deh di spot kedua ini.

 

Karang Copong

Salah satu spot terbaik untuk wisata Ujung Kulon.

Ada 2 cara menikmati keindahannya, pertama kalian bisa treking dari pulau peucang dan melintasi hutan selama 1- 1,5 jam untuk mencapai lokasi.

Cara yang kedua itu kalian menikmatinya dari jauh menggunakan perahu.

Karena kami lagi snorkeling, dan mengingat keadaan juga sudah mulai sore. Kami akhirnya memilih menikmati keindahan karang copong dari atas perahu.

karang copong ujung kulon

Nama Copong sendiri asalnya dari bahasa Sunda, artinya karang yang bolong. Karena di sekitar daerah ini terdapat karang yang tengahnya bolong.

Indah, sangat indah .. mirip dengan pemandangan pura karang bolong di Tanah Lot Bali.

(sebenernya kita ada rekaman dronenya tapi gue lupa ditaro mana)

Yuk gabung group Facebook Dongengtravel untuk diskusi dengan teman – teman lainnya

Menikmati keindahan karang copong tidak bisa terlalu lama karena cuacanya juga kurang bagus. Jadinya kami memutuskan untuk balik lagi ke pulau Peucang sekitar jam 5 sore.

 

Bermalam Damai di Pulau Peucang

Nah ini wajib banget kalian rasain, bermalam di pulau Peucang.

FYI kalo kalian menginap disini jangan berharap bisa menonton tv ataupun mendengarkan radio. Kenapa? Karena tidak ada listrik.

Listrik dinyalakan ketika hari sudah malam, dan itupun hanya mulai dari jam 6 sore sampai matahari terbit.

Sesampainya di pulau gue sedikit kaget nih, soalnya banyak rusa liar yang datang dan berkumpul disekitar pulau. Soalnya yang gue liat dari pagi cuma ada kera dan babi hutan. Eh ternyata ada rusa liarnya juga loh..lengkaplah sudah.

Kata penjaga pulau, rusa – rusa tersebut kalau malam emang tidurnya di sekitar pantai sini.

Mandi adalah agenda selanjutnya yang ada di otak gue, sumpah udah banyak banget pasir di badan dan udah berasa banget perihnya karena kena sinar matahari.

Mana pake acara airnya mati lagi hahaha.. jadi kita harus nunggu lumayan lama deh buat mandi.

Pro tips : Jangan lupa untuk membawa persediaan makanan kecil, ataupun rokok dari luar pulau. Karena harganya mahal di pulau.

Akhirnya gue mandi baru bisa jam 7 malem, ga apa apa deh daripada gak mandi kan?

Selesai mandi gue rebahkan sedikit badan yang udah mulai capek ini diatas kasur, suara ombak dan angin sebenarnya udah ngebawa gue ketahap pulas.

Tapi si akang yang sedari tadi nemenin kita jalan – jalan

Masuk ke kamar dan ngebangunun, “yuk makan dulu atuh, udah siap makanannya”.

gak perlu waktu lama, akhirnya gue udah sampai juga ke tempat kita kumpul untuk makan. Tempanya gak jauh, ada di belakang bangunan tempat kita tidur. Itu emang dapurnya gitu deh, disana udah pada kumpul juga teman – teman kita si rusa liar, dan babi hutan.

Malam itu si monyet ekor panjang tidak ikut bergabung, karena capek udah bobo..

Asik nih, malam itu kita makan ikan bakar super besar. Menu lumayan banyak, ada mie goreng, capcay, ikan bakar ada 2 jenis, sambal kecap, kerupuk. Sebenernya mau makan apapun, kalau dimakan pas lagi capek dan laper banget udah pasti nikmat deh.

Yaa.. sisa waktu setelah makan gue habisin sama temen gue buat sekedar ngobrol di luar teras tempat kita tidur. Ditemani sama suara angin pantai, ombak tenang, dan rintikan hujan malam. Sampai akhirnya jam 10 kita tidur.

Untuk hari selanjutnya, gue buat di cerita yang terpisah ya.

Kemana aja sih hari ke dua?

kita lanjut lagi ke beberapa tempat wisata Ujung Kulon yang di hari pertama kita gak sempet buat datengin. Salah satunya adalah tempat di gambar bawah ini :

sungai cigenteur
dimanakah ini?

Wah dimanatuh?

Penasaran kan? baca artikel di bawah ini

Mau coba naik cano seperti di Amazon? yuk coba wisata Ujung Kulon

Ini adalah cerita liburan hari ke dua gue di Ujung Kulon, siapa bilang liburan murah tidak menyenangkan? Nih simak gimana serunya gue dan teman teman liburan murah di wisata ujung kulon yang indah.

Mohon share artikel ini kalau menurut kalian menyenangkan dan membantu kalian, jangan lupa juga ya untuk jaga kelestarian alam kalian..

Salam lestari, Salam dari Dongengtravel

Comments

    1. Post
      Author
  1. Post
    Author
    Dongengtravel

    ribet sih enggak, tapi biayanya yang susah. Banyak bgt bro yg mau kesini, apalagi buka sharecost membludak pasti hehehe..
    Dari rangkas ke dermaga lumayan deh kalo gk salah mah 4 jam lahh

    1. Post
      Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.