Tips, Trik, dan Info Penting Pendakian Gunung Artapela Bandung!

gunung artapela bandung

Untuk kalian yang sedang mencari alternatif gunung dengan pemandangan indah, tidak terlalu tinggi, medan yang cukup menantang dan cocok banget buat dijadikan “pemanasan” sebelum kalian mendaki gunung yang lebih tinggi dan lebih sulit. Mungkin gunung Artapela Bandung bisa jadi alternatif pilihan bagi kalian.

Gue sendiri sebenarnya udah lama mendaki gunung Artapela Bandung ini. Tepatnya sebelum gue ke Rinjani (ceritanya akan gue tulis secepatnya). Kebetulan ada teman yang ajak, dan gue pikir bisa juga dijadikan “pemanasan” sebelum ke Rinjani.

Maka dari itu, gue akan menceritakan pengalaman gue ke kalian.

Tapi kali ini, gue akan coba bercerita dengan cara yang berbeda. Mungkin kalian juga bosan kalau membaca cerita yang terlalu panjang mulai dari perjalanan sampai kembali lagi ke rumah.

Gue akan mencoba untuk membuatnya lebih sederhana poin per poin dan semoga bisa berguna untuk kalian juga yang mau ke gunung Artapela Bandung. Dan tema tulisan kali ini :

Tips, Info dan Cara ke Gunung Artapela Bandung

Sebelum gue lanjut sharing, mari kita bahas sedikit latar belakang salah satu tempat wisata alam di Bandung ini, agar kalian yang tidak tau sama sekali ada gambaran mengenai gunung ini.

gunung artapela bandung

Gunung Artapela memiliki ketinggian sekitar 2194 Mdpl, terkenal dengan pemandangan sunrise dan sunsetnya di puncak sulibra. Sekilas karakter gunung Artapela mirip dengan gunung Lembu di purwakarta. Gunung ini juga ramai dikunjungi karena memiliki jalur yang bersahabat dengan pendaki pemula.

Jalur pendakian yang paling terkenal adalah via desa Sukapura. Bisa juga melalui pengalengan, dan lebih mudah namun tidak seru hehe.

Nah! Sekarang udah pada kenal kan sama gunung Artapela Bandung ini? Ya walaupun sedikit, tapi lumayan lah ya bisa memberikan sedikit gambaran.

Mari sekarang kita bahas lebih dalam,

 

Cara Ke Gunung Artapela dari Jakarta

Oke karena gue dari Jakarta, maka gue akan memberikan info untuk kalian cara mencapai basecamp Artapela dari Jakarta menurut pengalaman pribadi.

Saat itu, gue dan beberapa teman naik bus dari terminal Kampung Rambutan. Karena cuaca tidak terlalu bagus, bukan musim pendakian, terminal terlihat lenggang malam itu. Akhirnya kita naik bus jurusan Garut Rp 45.000, dan turun di Kopo.

Katanya sih akan diturunin di pintu tol kopo, tapi bohong! Kami dituruni di samping tol! Yess benar – benar samping tol! Kalau tidak salah itu sudah jam 3 pagi buta, di samping tol dan harus loncat pembatas tol secara ilegal itu hal yang paling menyebalkan.

Tapi daripada harus menunggu pagi disamping tol, lebih baik kita melanjutkan perjalanan bukan?

Setelah meloncati pembatas tol, menuruni sedikit turunan, dan sampai di jalan perkotaan Bandung. Kami melanjutkan perjalanan sampai ke pasar sukasari, pasar terakhir untuk persiapan logistik kalian dan letaknya sangat dekat dengan pos pendakian.

Untuk mencapai pasar Sukasari, dan berbekal dari bertanya ke penduduk sekitar akhirnya kami memutuskan untuk “ngeteng” naik angkot. Tiga kali naik angkot untuk sampai ke pasar Sukasari :

  1. Pertama itu dari Kopo ke Tegalega Rp 5000,
  2. Kedua dari Tegalega ke Ciparay Rp 8000
  3. Yang terakhir dari Ciparay ke pasar Sukasari itu Rp 10.000.

 

Biaya Simaksi, ketersediaan tempat parkir, dan tempat membeli logistik

Setelah kalian sampai di Pasar Sukasari, kalian bisa belanja perlengkapan logistik disana. Pasarnya juga sangat lengkap kok. Bukan hanya perlengkapan masak saja, sarapan juga ada disana.

Kami juga sempat istirahat sebentar disana, apalagi hujan juga saat itu. Segelas teh manis hangat dengan gorengan dan batagor memang menjadi teman yang baik saat hujan.

istirahat di pasar sukasari
Di pasar Sukasari

Memang gunung Artapela ini tidak seterkenal wisata di Bandung lainnya seperti Curug Tilu Leuwi Opat ataupun Farm House Lembang, sampai – sampai kami menemukan warga sekitar yang tidak tau nama gunung tersebut..haha

Basecampnya tidak jauh dari pasar Sukasari, hanya berjalan naik keatas sekitar 15 menit. Di perjalanan lagi-lagi hujan, untungnya kami segera sampai di basecamp. Diluar perkiraan, basecamp gunung Artapela Bandung ini cukup bagus. Bentuknya rumah semi permanen, dengan halaman yang cukup luas untuk beberapa parkir motor.

basecamp pendakian gunung artapela bandung
Di basecamp pendakian Artapela

di depan basecamp pendakian gunung artapela bandung

Untuk bisa mulai mendaki, kalian cukup membayar simaksi pendakian sebesar Rp 10.000. Cukup terjangkau kan jika dibandingkan dengan wiata di Bandung lainnya?

Yang bawa motor jangan takut, kalian bisa parkir di basecamp dengan uang titipnya hanya sebesar Rp 5.000. Kalau bawa mobil? Hmm .. mau naik gunung masa bawa mobil, dianterin supir aja ya, nanti mobilnya bawa pulang lagi. Soalnya gue gak tau parkir mobil dimana hehehe..

 

Gunung Lembu Purwakarta, Spot Sunrise Indah di Jawa Barat

Gunung Lembu Purwakarta merupakan salah satu spot pilihan terbaik untuk menikmati sunrise di ketinggian, mau tau gimana perjalanan ke sana? yuk ..

 

Jangan mendaki gunung Artapela saat musim hujan!

Setelah mendaftar dan membayar SIMAKSI pendakian, kalian akan diberikan bekal sebuah peta jalur yang menurut gue sudah cukup jelas untuk dibaca. Walaupun, pada kenyataanya membingungkan saat diterapkan pada pendakian.

Mendaki gunung Artapela Bandung di saat musim hujan ternyata bukan pilihan yang bijak. Karena gunung ini sudah sebagian besar lahannya dipakai untuk bertani, sehingga kita mau tidak mau harus berbagi jalan dengan motor yang mengangkut hasil tani.

hasil tani di gunung artapela bandung

Motor yang digunakan seluruhnya menggunakan ban modifikasi, yaitu ban yang sudah diberi rantai sehingga mampu meningkatkan daya cengkram ke tanah merah yang licin. Jeleknya, ban tersebut merusak jalur, sehingga banyak air tergenang cukup dalam dan sangat licin.

jalur pendakian gunung artapela bandung

Gue menyarankan, untuk siapapun yang mu main ke tempat wisata alam yang satu ini jangan datang saat musim hujan. Walaupun mau, gunakanlah sepatu mendaki yang tahan air, dan memiliki daya cengkram baik di tanah basah.

 

Gunung Artapela Bandung, si kecil cabe rawit!

Tanah basah, licin, udara lembab, cenderung panas membuat pendakian ke puncak sulibra terasa lumayan berat. Cocok banget buat gue yang saat itu ingin pemanasan sebelum mendaki ke Rinjani dibulan selanjutnya.

Jangan dikira untuk mendaki gunung Artapela dengan ketinggian 2194 Mdpl ini sangat mudah dilakukan. Tanjakan panjang, serta licinnya jalur pendakian menjadi tantangan tersendiri. Perlu kalian ketahui, petunjuk arah jalan tidak akan kalian temukan disini, makanya kalian dikasih peta saat di pos pendakian.

pendakian ke puncak sulibra

Tetapi tidak perlu takut karena banyak petani juga di sekitar jalur pendakian. Nah perlu kalian catat, kenapa pendakian ke gunung Artapela Bandung ini cukup menantang karena kalian harus melewati 4 bukit dengan jalur naik turun untuk sampai ke puncak sulibra.

Jangan heran kalau kalian ternyata jadi korban “PHP” dari pendakian bukit di jalur Artapela. “Tuh puncak di atas sana” setelah sampai atas “ehh bukan deh, masih ada bukit lagi ternyata”.

 

Tidak ada hutan di Artapela

Lah kok gunung gak ada hutannya? Kata siapa gunung pasti masuk hutan? Tidak juga. Apalagi untuk pendakian seperti gunung Artapela Bandung ini.

Seperti gue singgung sebelumnya, gunung Artapela ini sebagian besar sudah dijadikan ladang perkebunan oleh penduduk sekitar, terutama tanaman kentang. Sehingga, hutan dan pepohonan besar sudah sulit sekali ditemukan jika melalui jalur pendakian ini.

tidak ada hutan di artapela bandung

Untungnnya saat itu sedang mendung, jadi tidak terlalu terik. Tetapi udara lembab jadi mudah sekali berkeringat. Untuk kalian yang mendaki gunung artapela, atau tempat wisata alam apapun yang tidak memiliki hutan, lebih baik mengenakan pakaian lengan panjang.

tidak ada hutan di artapela bandung

Selain bisa melindungi kalian dari sinar matahari langsung, pakaian lengan panjang juga mampu melindungi kalian dari kulit yang menghitam hehehe..

 

Pastikan Tenda Kalian Kuat di Puncak Sulibra

Selamat datang di puncak Sulibra, puncak yang sudah kalian dambakan dari awal pendakian ke gunung Artapela.

Perlu kalian ketahui keadaan di puncak Sulibra ini tidak terlalu banyak pohon, bahkan bisa dibilang seperti padang rumput luas di puncak gunung.

tenda di puncak sulibra
Puncak Sulibra

Karena minimnya pohon – pohon besar di puncaknya, maka sudah bisa dipastikan angin berhembus sangat kencang. Persiapkan dan dirikan tenda kalian dengan sempurna, pisak setiap sudut tenda sekuat kuatnya dan pastikan juga flysheet di ikat dengan kuat agar tidak terbang.

Pemandangan paling indah adalah cityviewnya dan langit luas penuh bintang.

 

Wajib jaga barang berharga saat di tenda! (Pengalaman Kehilangan)

Sangat disayangkan gue harus tulis kaya gini. Pertama gue kecewa banget sama mental pendaki yang main kesini, kedua gue gak mau kalian yang ingin ke gunung Artapela Bandung ini mengalami hal yang sama.

Sepatu gue hilang di tenda, tempat gue ngecamp. Iya kalian gak salah baca, sepatu gue hilang di depan tenda tempat gue ngecamp. Bukan cuma sepatu gue yang hilang, tapi sepatu teman gue juga hilang. Jadi total ada dua pasang sepatu hilang.

Sangat disayangkan sih, kenapa harus kejadian. Gue berasumsi kalau mereka yang ambil adalah mereka yang bukan memiliki mental pendaki. Logikanya, sepatu gue beratnya udah lebih dari 2kg, dan udah pasti menambah beban bawaan. Kalau kalian mental pendaki, sudah pasti tidak akan menambah beban, apalagi kalian sudah mau turun kembali ke basecamp bukan?

Yang lebih memalukannya lagi, tenda temen gue dipakai pendaki lain! Iya TENDA!

Singkat cerita, saat kami sedang masak di puncak sulibra ada salah satu ranger yang mendatangi tenda kami. Meminta izin, karena tenda teman kami yang sebelumnya dititipkan di basecamp mau dipinjam pendaki lain.

Tentunya kami tidak memberikan izin, karena sepertinya konyol aja.. Mau mendaki kok gak bawa tenda sih? Memangnya di atas ada vila?

Tapi ternyata, ke esokan harinya tenda teman kami dipakai. Tanpa izin, dan pastinya kami buru – buru ke tenda tersebut dan meminta mereka semua untuk segera merapihkan tenda teman kami.

 

Pelajaran yang didapat adalah..

Karena gunung Artapela termasuk salah satu wisata di Bandung yang cukup baru, dan keamanannya juga kurang didukung. Maka kalian harus menjaga kemanan barang bawaan kalian sendiri.

Puncak sulibra juga tidak terlalu tinggi dan tergolong mudah didaki jika melalui pengalengan. Makanya ada saja pendaki “labil” yang bermental pencuri main ke tempat ini.

..

Okey mungkin segitu aja info, tips dan pengalaman gue dalam mendaki gunung Artapela Bandung. Mungkin dengan cara penyampaian seperti ini, kalian bisa mendapatkan poinnya lebih mudah, lebih clear, dan tidak bosan dalam membacanya.

Ohh iya, gue mau tampilin nih berapa biaya yang gue habiskan untuk ke Gunung Artapela :

Trip Budget :

  • Bus Jakarta – Garut (turun di kopo) : Rp 45.000
  • Naik angkot 3x ke Pasar sukasari : Rp 23.000
  • Simaksi : Rp 10.000
  • Logistik : Rp 25.000
  • Naik angkot 2x ke Terminal Lauwi Panjang : Rp 25.000
  • Bus Bandung – Jakarta : Rp 60.000

TOTAL : Rp 188.000

Terimakasih sudah mau mampir, bantu Dongengtravel menemukan orang yang cocok untuk membaca info ini dengan cara share artikel ini.

Jangan lupa tinggalkan komentar jika kalian ada pertanyaan, kami akan dengan senang hati membalasnya.

Salam lestari, salam hangat kami Dongengtravel.

DON’T MISS 

Mau coba naik cano seperti di Amazon? yuk coba wisata Ujung Kulon

Ini adalah cerita liburan hari ke dua gue di Ujung Kulon, siapa bilang liburan murah tidak menyenangkan? Nih simak gimana serunya gue dan teman teman liburan murah di wisata ujung kulon yang indah.

 

Pulau Ayer, Mengungsi Sejenak dari Kepenatan Pusat Kota

Udah bosen banget sama susana kota Jakarta yang semakin gila? yuk kabur sejenak kita ke Pulau Ayer, cuma 20 menit dari Marina Ancol (cek selengkapnya)

 

Comments

  1. Shreya Saha

    I could not follow the content as I do not know the language but I loved the pictures, I guess it is about you camping somewhere. Great pictures. Hope you had a great time!

    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
  2. Post
    Author
    Dongengtravel

    iya gunung ini memang termasuk baru untuk di daki, sayang nya masih ada orang – orang yang tidak memiliki jiwa pendaki dan main kesana, sehingga merusak, dan lebih parahnya lagi merugikan pendaki lainnya.

    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
  3. Lydia

    The Artapela Hill is probably one of my most dream hiking destinations in the world and your post whetted my appetite. Hiking and camping in Gunung Artapela sound like an awesome idea. When’s the best time of the year to do so?

  4. Post
    Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.